Selasa, 04 Februari 2025

Reva Rensila Iasha di Awal 2025

 Februari 2025.

Sudah lama tidak menulis lagi. Kali ini mau sharing sedikit.

Kehidupanku menurutku sangat membosankan, bagiku yang tidak tau rasa syukur ini. Mari kita mulai dari aku dulu ya. Aku sudah menjadi ASN guru. Butuh 40 menit naik sepeda motor menuju sekolahku, dan 55 menit jika aku menggunakan mobil. Lingkunganku luar biasa, aku mensyukurinya, rekan kerja yang menyenangkan meskipun ada beberapa yang toxic tapi jika tau posisi aku bisa kok menjadikan suasana pertemanan menjadi great moment. Aku sering di percaya mengurusi beberapa hal disekolah, seperti inovasi sekolah, ANBK, dan P5. Aku juga sering menjadi speaker di komunitas sekolah ini. Hanya saja aku tidak ingin menonjol, ketika ada rapat, aku diam saja. Main hp dan tidak mendengarkan, hahaha. 

Anakku, Mafaza sudah kelas 1. Dia akhirnya peringkat 1. Padahal aku jarang mengajarinya, memang dianya saja yang bisa ini itu. Hanya saja aku sering saja marah-marah ke mafaza, entahlah klo ke mafaza aku gak begitu suka jika dia melakukan hal yang salah berulang-ulang padahal sudah di beri tahu buruknya. Misalnya mandi, bagian punggung harus kena air dan sabun juga. Misalnya dia yang selalu ketawa yang menurutku itu gak sopan. Love languange nya act of service and giving gift. 

Anakku, Rumaisha sudah umur 3 tahun. Dia lucu menggemaskan. Ada saja gebrakannya setiap hari. Seperti pakai tas, bando, kalung yang menurutku terkesan jamet. Dia cewek banget, aku seperti melihat aku waktu kecil yang sangat "endel", yah bisa di bilang cerminan diri. Dia mulai cerewet dan suka protes, lebih parah dari kakaknya. Suka komplain dan suka cari perhatian. Love languange nya physical touch dan word of affirmation. Kalau aku bilang dia jelek, dia langsung nangis. wkwkwk. Sukanya dia tuh minta peluk dan minta di sayang.

Suamiku. Sudah hampir 8 tahun menikah ada saja gebrakannya. Aku lebih banyak diem dari pada jika aku berbicara pasti keluar semua kata-kata jelekku.

Orang tuaku masih sehat. dan masih aktif bekerja. Abi yang bulan juni 2025 akan pensiun dan akan mendedikasikan diri untuk antar jemput cucunya kesekolah. Sudah mulai menua, karena sudah mengeluh naik motor itu capek. Jadi kemana-mana bawa mobil terus. 

Umi masih aktif mengejar dan akan pensiun di 2028. Tiap hari selalu jemput mafaza pulang sekolah. Tiap minggu selalu memimpin pengajian. Sudah mulai sperti emak-emak facebook pada umumnya. 

Ada banyak hal yang aku lalui sampai di 2025 ini. Banyak kesempatan, banyak peluang, banyak rejeki. Aku sudah bisa beli-beli tanpa lihat harga. Aku sudah berada di fredom financial. Aku gak punya hutang maupun cicilan. Secara materi aku sudah memiliki segalanya. Aku bersyukur dapat previlige itu. Aku sudah memiliki sudut pandang yang berbeda tentang hidup. Banyak air mata yang aku simpan sendiri sehingga membuatku lebih tegar dan lebih kuat dari biasanya. Aku pun banyak kehilangan dan merasakan kegagalan. Hal yang membuatku lebih dewasa lagi sebagai manusia. Aku lebih sering mengambil keputusan sendiri, sudah tidak perlu diskusi dengan orang tua maupun suami. Akupun mendapat kebebasan, bebas kemana-mana dan mau apa saja. Ikut kegiatan ini itu, pergi keluar kota karena ada event. Ibarat burung yang bebas terbang kemana saja. Tapi sayangnya kadang burung tersebut tersesat dan hilang arah, lupa jalan pulang karena sayapnya yang sering kehujanan dan mulai rontok, kemampuan terbangnya pun mulai berkurang hingga akhirnya siap menunggu waktu ajal menjemput datang.

Hanya bisa berdoa, semoga selalu di dekatkan dengan yang baik-baik, di jauhkan dari yang buruk-buruk. Tapi apapun yang terjadi aku tidak pernah menyesalinya karena selalu ada pembelajaran di setiap hal yang pernah terjadi.

Emmm. tidak tidak tidak. ada hal yg membuatku menyesal. 

2022 Menulis Lagi

Tidak terasa sudah beberapa tahun tidak membuka blog ini. Jujur saja, setelah membaca tulisanku yang dulu-dulu, aku merasa ilfeel . Haahaha. Bagaimana tidak, tulisanku seakan-akan aku yang paling bisa, yang paling tahu, yang paling mampu, dan yang paling bahagia, terkesan sombong ya.

Kali ini aku memulai tulisan untuk sharing keadaanku.

Tahun 2022 di awal tahun, aku seperti berada diujung perasaan gelisah. Campur aduk rasanya. Seakan gak percaya aku mampu melaluinya. Masalah rumah tangga, masalah anak, masalah ekonomi, masalah keluarga yang tidak mampu aku show kan karena mengandung privasi. Media sosial seperti Instagram, Twitter, Youtube, Facebook yang sudah jarang aku tengok. Yang dulu suka pamer ini itu, sedikit-dikit posting biar dapat pujian dan pengakuan. Setiap hari, hiburanku saat ini hanya Tiktok dan Netflix.

Saat menulis ini, aku berada di hadapan anak-anak generasi bangsa yang InsyaAllah membanggakan, yang sedang mengerjakan Penilaian Tengah Semester. Aku seorang guru swasta di salah satu yayasan di Bangkalan, Madura. Padahal sudah menyelesaikan pendidikan magister, tapi memilih menjadi guru. Alhamdulillah. Lebih seru dan menantang sih. 

Aku disibukkan dengan mengurus dua bocil juga ketika dirumah. Yaps, aku sudah memiliki dua anak. Anak terakhir adalah seorang putri, baru berumur 3,5 bulan. Aku merupakan ibu menyusui yang berkerja, yang setiap jam istirahat selalu memompa ASI dan ketika dirumah selalu melakukan breastfeeding. InsyaAllah 2 tahun ASI seperti kakaknya.

Suamiku adalah PNS disalah satu Dinas di Kabupaten Bangkalan, yang sehari-hari malah aku yang duluan berangkat mengajar, karena kerjaannya saat ini lebih santai, dan lebih banyak waktu buat keluarga dan mengurus rumah, tidak seperti pekerjaan sebelumnya. Alhamdulillah, disyukuri.

Kedua orangtuaku masih ada, begitupula dengan kedua mertuaku, adikku, iparku. Alhamdulillah  mereka semua sehat, dan menuju kearah yang lebih baik.

 

11/3/2022

Kamis, 19 Juli 2018

Mengapa Keresahanku Aku Tuangkan Di Blog

Simply aja sih. Di blog lebih panjang buat nulis.

Ma, jangan oversharing

Banyak yang tanya kenapa aku jarang update tentang faza. Karena aku gk ingin ibu ibu yg lain iri.

Faza terlahir sangat istimewa. Bukan karena Faza anakku dan aku memujanya. Tapi karena dia bukan seperti bayi kebanyakan. Makanya aku gak ingin oversharing tentang faza. Nama panjang faza, tempat tanggal lahir faza, perkembangan faza, faza dibeliin apa aja, berat badan dan tinggi badan faza, stimulasi dan treatment untuk faza. Dll

Aku jarang sharing tentang faza di media sosial. Karena aku tau banyak yg lihat dan baca. Pernah aku share faza yg udah 5 bulan bb nya 8 kiloan. Langsung ada yg DM bahwa dia iri liat faza, karena anaknya gak segimbul faza. Aku posting tentang mainan faza, ada yg comment. Aku posting faza pake carrier dan stroller, di comment. Aku pakai pompa asi, di comment. Aku posting tentang baju faza, di comment. Dan masih bnyak lagi, lupa sih. Ok fix. Aku spertinya aku perlu bahas ini

Jadi oversharing yg akhir akhir ini dilakukan oleh ibu ibu tentang anaknya membuat aku semakin miris melihat ibu milenial jaman sekarang. Sebenarnya mereka maunya apa? Ingin dapat pujian? Bangga udah beliin anak ini dan itu? Ingin di cap orang kaya? Bangga kah? Apabedanya dengan sombong? Apa gak punya perasaan kepada ibu ibu lain yg punya anak tapi belum bisa seperti itu?

Kadang sifat dasar manusia itu gak bisa hilang. Sudah jadi watak yg gak bisa diubah. Mau di kasih saran, tapi kalau memang sifatnya kya gitu ya gak bisa. Mau ngoceh sampe berbusa untuk kasih edukasi tapi sifat ibu yg oversharing ya gak bisa juga.

Hanya saja aku tidak ingin seperti mereka.  Biarlah faza aku nikmati. Kalaupun aku posting paling berupa foto atau video tanpa caption. Aku hanya gak ingin ibu ibu lain iri dan dengki. Sama aja aku dosa. Karena aku yg menimbulkan sifat sifat itu

Yah. Semoga ibu ibu lain juga bisa seperti itu. Selama ini aku dikelilingi oleh ibu ibu yg non oversharing. Kalaupun ada yg oversharing karena emang dasar emaknya aja yg narsis.

Btw, narsis itu suatu penyakit lho. Narsis itu ada karena butuh pengakuan kalau dia bisa. Ahhh. Ini termasuk materi psikologi sih. Tanya ajah ke anak psikologi ttg narsis ya 😂.

Semoga kita di jauhkan dari sifat oversharing dan narsis karena akan ada hati yg tersakiti

Minggu, 01 Juli 2018

Diatas langit masih ada langit

Kalau dulu aku tipe manusia yg suka pamer. Dari barang, pencapaian, prestasi, kesuksesan, dll. Tapi sejak Allah SWT menegurku. Aku mulai berhenti melakukan itu. Apa lagi aku sudah punya anak. Aku gak mau oversharing aku bisa apa dan anakku bisa apa.
Karena aku tau, mereka yang pamer dan sombong itu hanya butuh pengakuan kalau mereka mampu seperti dalam posisi itu.

Banyak postingan dan foto yg aku hapus. Gak ingin menimbulkan fitnah maupun ghibah. Bahkan takut terkena penyakit ain. Karena aku tau setiap aku posting pasti ada saja orang yg gak suka. Dari pada bikin tambah dosa. Aku gak posting-posting dah.

Diatas langit masih ada langit. I believe that. Jadi gak perlu sombong bahkan di Alquran, sombong itu dilaknat Allah SWT lho.

Jadi sebenernya agak miris tau teman teman yg seperti itu, dari pamer anaknya yg cakep, anaknya bisa apa aja, anaknya di kasih treatment ini dan itu, pola asuh, barang branded, body langsing, pipi tirus, make up, pasangan, jabatan, profesi, prestasi. Dll.
Hmm
Yasudahlah. Bukan urusanku juga. Yaaa khannnn?

Nama Faza

Mafaza Haflamira Dzikra
Di singkat dengan MHD
MH diambil dari nama ayahnya yg kebetulan klo di singkat juga sama

Mulailah nyari referensi tentang nama anak. Lebih sering nyari di Al Quran sih. Karena memang setiap hari baca Alquran dan artinya.

Awalnya M awal di beri nama Mecca. Kenapa mecca? Karena pas hamil, orang tua faza beserta keempat mbah nya lagi ibadah umroh. Pas di RS, kebetulan hari pertama lahir, sekeluarga di kamarku ngobrolin nama buat faza. Dan gak jadi menggunakan mecca. Karena klo di buat lelucon ato olok olokan, lucu n kasian ke bocahnya.

Lagian udah nama mafaza haflamira dzikra itu sudah dilantunkan dalam doa di multazam, raudah, jabal rahmah. Jd gak tau kenapa sebelum lahir, nama itu sudah di doakan.

Semoga amanah sesuai dengan namanya.
Wahai putri yg selalu dalam keselamatan, kemenangan, kesuksesan yg mulia yg jenuis dan berpengetahuan luas yg selalu mengingat Allah

Selasa, 29 Mei 2018

Faza's Diapers

Assalamualaikum.
Faza sekarang umur 3bulan lebih
3bulan ini faza gonta ganti popok sekali pakai 😂. Dari newborn wez dipakaikan popok sekali pakai, dan Alhamdulillah meski gonta ganti belum pernah mengalami ruam ruam popok. Meskipun sudah ready cream diapers tapi gak ke pakai.

Sebenernya sebelum faza lahir, emaknya udah beliin popok kain lebih dari 1 lusin kya nya juga sama clodi beserta isinya. Tapi semakin kesini cuma bisa di hitung itungan jari make popok kain dan clodi tersebut. Males nyucinya sih. Meskipun ada mbak yg bantuin nyuci tapi males aja gonta ganti mulu. Hahaha. Wong popok sekali pakai cuma seribuan. Jadinya pake popok sekali pakai deh.

Tetangga dan mertua kasian katanya liat faza pakai popok sekali pakai. Takut ruam popok. Mertua sampai bilang klo males yg nyuci biar mertua aja yg nyuci popok kainnya. Lha lambat laun. Karena sering liat faza make terus popok sekali pakai dan gak pernah ada masalah. Jadi akhirnya ridho juga 😂.

Baiklah ini beberapa popok sekali pakai yg udah faza pakai sampai sekarang. Emaknya sih masih berencana pakai beberapa merek lagi. Sek nunggu habis dulu. Baru beli merek lain 😂.

Mamypoko Standart Perekat NB-S
Sebelum lahir, aku udah beli popok ini. Eh gak taunya ternyata di RS, faza juga di pakaikan popok ini. Yaudah deh. Hahahaha. Awalnya beli yg isi 20an gitu. Terus karena RS pakai merek yg sama akhirnya aku beli yg isi 40an gt. Di tambah lagi faza dpt kado popok ini juga yg 44 buah.  Bad newsnya, popok ini sering bocor. Mungkin gegara faza pipisnya banyak. Terus klo eek, gak nyerep ke popoknya. Jadi popok basah deh. Popok klo full, tebel banget. Good newsnya, meski pipis banyak, permukaan tetep kering.

FLuffy S
Gegara tergiur harga murah, akhirnya aku beli ini. Masak isi 40 harganya 38rb. Wkakakakkaak. Langsung di angkut deh. Tapi bener ya ada harga ada kualitas. Menurutku gpp pakai popok ini. Asal gak lama2. Habisnya faza klo eek mesti bocor samping. Eek gak keserep..Klo pipis, gak pernah bocor sih. Dan popok ini bunyi nya kresek kresek gitu. Hebatnya dia tetep tipis meski pipis berkali2.

Mamypoko Standart Pants S
Ini dapet kado. Jadi pas umur 1bulanan aku sering pakai pants ke faza. Selang seling sama mamypoko standart yg perekat. Selama pakai ini, faza gak pernah eek. Cuman pipis aja. Sebelas duabelas lah sma yg perekat. Gak enaknya tipe pants ini, bekas popok sekali pakainya gak bisa di lipet syantixxxx dan rapi.

Sweety Bronze Pants 36+4 S
Aku udah kecewa duluan dgn mamypoko yg standart dan fluffy gegara mereka murah. Beralihlah aku ke sweety. Tapi ttp nyari popok yg ekonomis. Wkakkaak. Eh pake ini kok enak ya. Pas ukurannya ke faza. Klo mamypoko pants, ukurannya masih kbesaran ke faza. Sweety ini gak bikin tebel klo pipis penuh. No bulky pokoknya. Terus klo eek gak bocor samping. Mungkin karena pantsnya pas ukurannya gak besar gak kecil ke faza. Bad newsnya, eek gak gitu keserap dan bekas popok gak bisa rapi di lipet.

Sweety Bronze Comfort M
Aku beli yg sekitar isi 20an untuk di rumah mertua. Soalnya mertua lebih suka faza pakai perekat. Tau deh. Kalau aku dan suami lebih doyan faza pake pants. Udah gede juga lagian faza aktif. Kakinya kemanamana. Perekat kan buat newborn ajah begitu pikirku

Sweety Gold Pants S
Akhirnya pakai popok sekali pakai yg level dewa. Jadi sweety itu ada 3 jenis, bronze silver dan gold. Bronze paling rendah, dan yg gold paling tinggi. Aku cocok dgen sweety yg gold. Tipis meski pipis dan eek. Eek keserap semua jadi di pantai bayi tuh gak ada sisa eek  alias kering, ada indikator pipis klo popok dah penuh. Dan ada perekat untuk nglipet bekas popok yg udah di pakai. Top banget laahhh.

Pampers Premium Care S
Gegara jatuh hati dengan popok level dewa. Akhirnya aku memutuskan beli pampers yg di gadang-gadang paling mahal dan grade nya paling tinggi. Aku langsung beli banyak, ukuran S dan M (meskipun aku tau faza belum 7kg, hahaha). Aku seneng banget. Saking senengnya aku gak mau pakaikan pampers ini ke faza. Eman. Wkakkakaka. Tapi expetasi gak sesuai realita. Memang popok level dewa itu daya serapnya cepet baik untuk pipis dan eek, ada indikator popok full, dan ada perekatnya. Tapi yg membuat beda adalah dia tebel dibagian depan (bagian yg kena pipis aja). Dan ukurannya kebesaran buat faza padahal itu ukuran S yg di pakai (yg M belum dipakai sama sekali). Ini yg membuatku agak sedikit kecewa. Sisanya sama kya popok level dewa lainnya.

Sweety Silver Pants S
Sebelas duabelas sama yg bronze kok. Tapi agak mahal dikit klo aku liat di cover luarnya. Beda daya serapnya ajah. Tapi menurutku sama aja sih. Hehehe

Sebenarnya hobiku sekarang beli popok sih. Popok belum habis aja udah beli popok yg lain. Jadi numpuk gitu popoknya faza di lemari. Hahaha

Sejauh ini lebih suka Sweety Gold Pants. Tapi aku masih pengen  nyoba popok yg lain sperti merries premium, Genki Premium, Fitti Premium, pokoknya popok level dewa lainnya. Habis udah terlanjur suka sma popok yg level dewa sih. Gpp mahal asal puas. Wkakakkaaka.
Maksudnya popok level dewa itu gimana sih? Ya popok itu daya serapnya tinggi khususnya di eek, jadi pantat baby kering. Ada indikator kalau popok penuh, dan ada perekat untuk popok bekas pakai supaya lebih rapi di lipat.

Nih aku kasih foto. Ini ada 4 popok yg tersisa dan masih banyak banget stock nya. Wkakkaka. Ketimbun terus sih. Masalahnya aku klo beli langsung yg besar yg isinya 40an gitu. Jadi lama abisnya
Tinggal yg mamypoko standart perekat, sweety bronze comfort perekat, pampers premium care pants, sweety silver pants.

Free Monkey ani Cursors at www.totallyfreecursors.com